Halo Sobat Ilook! Kabar membanggakan kembali datang dari kampus biru kita tercinta, Universitas Bengkulu! Pada ajang tingkat nasional bergengsi, Essay Contest Beswan Djarum 2025/2026, mahasiswi kebanggaan kita, Rafiqoh Wahidah, sukses menorehkan prestasi yang gemilang.
Persaingan di kompetisi ini nggak main-main lho, Sobat Ilook. Ajang ini diikuti oleh total 533 peserta dari 103 perguruan tinggi yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Di babak regional saja, Rafiqoh berhasil menyisihkan 517 peserta lainnya hingga akhirnya mantap melaju ke tahap final nasional bersama 15 finalis terbaik lainnya.
Di babak pamungkas, suasana pastinya makin menegangkan karena ke-16 finalis harus mempresentasikan esai mereka secara langsung di hadapan dewan juri yang luar biasa hebat. Siapa saja jurinya? Ada Jurnalis Senior sekaligus Pendiri Narasi TV Najwa Shihab, Guru Besar IPB University Ronny Rachman Noor, serta perwakilan Beswan Djarum 2025/2026 Gloria Tamba.
Namun dengan persiapan matang, Rafiqoh sukses tampil memukau dan keluar sebagai Juara 2 Nasional!
Penasaran apa gagasan cemerlang yang dibawa? Rafiqoh mengangkat esai yang sangat kritis, empatik, dan solutif dengan judul "Di Balik Pintu Toilet Masjid, Sanitasi Belum Berpihak pada Perempuan".
Dalam esainya, ia menyoroti kondisi toilet masjid yang seringkali masih jauh dari standar dan kerap memiliki genangan air. Rafiqoh mengingatkan bahwa hal ini bukan cuma sekadar masalah kenyamanan, tapi genangan tersebut bisa menjadi tempat berkembang biak bakteri yang membuka jalur infeksi dan mengancam kesehatan reproduksi perempuan.
Nggak cuma berhenti di kritik, Rafiqoh juga menawarkan sebuah solusi bernama Standar Sanitasi Ramah Perempuan (SSRP). Masjid dipilih sebagai lokus utama karena fasilitas publik ini sangat dekat dengan masyarakat dan memiliki ratusan ribu titik yang tersebar hingga ke pelosok desa. Menurut gagasan Rafiqoh, penerapan SSRP ini sangat ideal untuk dijadikan komponen wajib dalam penilaian kualitas manajemen melalui akreditasi masjid yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Ada empat indikator utama SSRP yang ditekankan dalam esai tersebut, yaitu:
- Ketersediaan pijakan yang kering.
- Ketersediaan tempat sampah bertutup khusus untuk limbah saniter.
- Evaluasi fungsi drainase yang baik guna mencegah genangan air.
- Pemastian kualitas air yang memenuhi syarat thaharah (bersuci).
Gimana Sobat Ilook? Gagasan yang sangat out of the box dan bermanfaat banget bagi kepentingan publik, bukan? Sekali lagi, selamat yang sebesar-besarnya kepada Rafiqoh Wahidah! Semoga pencapaian luar biasa ini bisa makin memotivasi Sobat Ilook semua untuk terus berkarya, kritis terhadap isu di sekitar, dan berani bersaing di kancah nasional.
Penulis : BimBim


0 Komentar