Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

UTS Lagi? Belajar, Panik, Repeat

Sumber: Pinterest StartMemorizing

Haloo sobat Ilook!!! Gimana nih kabarnya setelah mengikuti perkuliahan dari Agustus sampai awal Oktober ini? Apakah aman atau sudah tumbang? Apalagi ini udah masuk ke minggu-minggu Ujian Tengah Semester (UTS).

UTS lagi? Nggak kerasa yaa, perasaan baru kemarin kita masuk kuliah dan bilang “mau lebih rajin” dan membalaskan dendam untuk IP semester ini lebih bagus lagi. Tapi belum apa-apa ternyata pas buka kalender akademik, loh kok udah jadwal UTS lagi?

Seperti biasa, siklus kehidupan mahasiswa akan kembali dimulai.

Belajar. Panik. Repeat.

Awal kuliah masih nyantai aja, baru juga masuk kuliah, baca kontrak kuliah, dan memahami output apa aja dari setiap mata kuliah di semester ini. Tapi rasanya waktu berjalan dengan begitu cepat, dan ternyata tugas individu, kelompok, bahkan UTS sudah didepan mata semua deadlinenya.

Inilah awal mula kepanikan mahasiswa terjadi.

Semester 1

Sebagai mahasiswa semester satu, yang baru pertama kali menjalani UTS di perkuliahan, mungkin kalian akan mulai merapikan catatan, belajar dengan giat, dan mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin karena belum terlalu memahami bagaimana sistem kerja UTS di kampus.

Semester ini masih awal, dan mungkin untuk penugasan UTS juga masih tergolong mudah dan tidak jauh berbeda dengan UTS di sekolah.

Tapi sebagai mahasiswa baru, pastinya banyak pertanyaan yang muncul mengenai sistem UTS di perkuliahan, karena ternyata UTS di sini nggak cuma soal materi, datang ke kelas, dikasih pertanyaan dan kita jawab. Bisa juga tugas yang bisa kita kerjakan di rumah, di kost, atau di manapun tapi hati-hati biasanya tugas seperti ini keliatan gampang karena bisa kita kerjakan dimana aja padahal aslinya buat kepala pusing.

Semester 3

Nah, sebagai mahasiswa semester tiga yang sudah mulai memahami ritme perkuliahan, jadwal mata kuliah, pola mengajar dosen, dan seluk-beluk kehidupan kampus kalian pasti sudah nggak terlalu panik lagi untuk menghadapi UTS, karena sudah ada pengalaman di semester-semester sebelumnya.

Tapi, di sini juga pasti kalian bukan cuma mikir gimana caranya menyelesaikan UTS. Tapi juga gimana ngejalani UTS bersamaan dengan tugas organisasi, pekerjaan, dan aktivitas lainnya.

Terus udah diniatkan untuk belajar malam ini aja kalau ada waktu luang, ternyata bisa diundur ke besok ajalah, sampai akhirnya sudah H-jam dari deadline.

Semester 5

Anak semester lima ini eranya apa ya, dibilang mahasiswa baru tapi udah nggak baru lagi, dibilang mahasiswa akhir tapi ada yang lebih akhir lagi, jadi ditengah-tengah. Tapi pusingnya semester lima ini juga nggak bisa kita lupain.

Kita udah paham gimana ritme perkuliahan, cara mengajar dosen, dan sistematika penugasan. Tapi yang menjadi masalah dan membuat kepala pusing itu adalah tugas yang bukan sekadar materi lagi, tapi mulai ada project nyata, laporan, presentasi, dan rasanya nggak bisa jauh-jauh dari laptop.

Bahkan notifikasi whatsapp pun nggak berhenti bunyi dari berbagai grup untuk mengingatkan deadline tugas yang menumpuk.

Semester 7

Mahasiswa semester tujuh pengalamannya lebih banyak lagi, dan sudah sangat paham dengan semua kehidupan kampus. Tapi sekarang bebannya bukan lagi di tugas UTS. Saat ini sudah mulai menjalankan magang dan proses penyusunan skripsi. Bisa dibilang harusnya udah nggak panik lagi dong, karena nggak perlu belajar untuk UTS lagi?

Eits, siapa bilang. Justru di sini pusingnya semakin nambah-nambah, tapi sudah bisa untuk lebih mengontrol dan sabar aja menghadapi setiap gebrakan yang ada. Walaupun setiap hari sambil bilang  “Ya Allah, banyak banget” “Ya Tuhan, capek banget” tapi tetap yakin dan bismillah bisa.

Semester 9+

Nah, untuk anak semester 9+ yang sudah sangat paham dengan dinamika kampus ini, nggak lagi mikir soal nilai UTS. Tapi benar-benar sudah saatnya fokus untuk bagaimana agar penelitian ini selesai, kapan bisa bimbingan, dan setelah lulus mau kerja di mana?

Mahasiswa semester akhir ini nggak lagi memikirkan nilai, tapi lebih panik dan pusing untuk menyusun rencana setelah ini mau ke mana dan bagaimana.

Belajar. Panik. Repeat

Itulah siklus kehidupan mahasiswa dari setiap semester. Awalnya sudah niat belajar, tapi ngeliat waktu masih lama santai aja dulu, tapi tiba-tiba deadline sudah di depan mata akhirnya panik, dan berjanji besok nggak akan mengulanginya lagi, eh tiba-tiba nanti sudah mau Ujian Akhir Semester (UAS) dan siklusnya akan berulang lagi.

Nahh sobat Ilook, kalian saat ini ada diposisi mahasiswa semester berapa? Dan, ada cerita apa yang menarik selama masa-masa UTS ini?


Penulis: davizavio


Posting Komentar

0 Komentar