Sejumlah peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Kota Bengkulu dalam beberapa waktu terakhir meninggalkan duka bagi warga yang terdampak. Kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan tetapi juga membuat sejumlah warga kehilangan harta benda dan tempat tinggal.
Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Salah satunya melalui aksi penggalangan dana yang berlangsung selama dua hari, pada 24-25 Agustus 2026, dengan melibatkan sejumlah relawan, ormawa, serta masyarakat.
Penggalangan dana tersebut diselenggarakan oleh HIVE Bengkulu bersama sejumlah organisasi mahasiswa dan dilakukan di beberapa titik di Kota Bengkulu. Lokasi penggalangan dana diantaranya berada di View Tower, Pantai Panjang, Pantai Berkas, Simpang Sekip, Simpang Jam, serta beberapa titik lainnya. Selain secara langsung, donasi juga dibuka melalui kanal daring.
Koordinator Lapangan Galang Dana Bencana, Aldi Riski Dermawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bagian dari kegiatan kemanusiaan yang dilakukan ketika terjadi bencana. Dalam pelaksanaan penggalangan dana juga mengajak ormawa dan masyarakat untuk terlibat dalam membantu warga yang terdampak.
Pada hari pertama pelaksanaan, masyarakat menunjukkan respons yang cukup beragam. Menurut Aldi, sebagian masyarakat memberikan dukungan melalui donasi, baik secara langsung maupun secara daring.
“Kalau di hari pertama kemarin alhamdulillah respon masyarakat itu baik dan sangat membantu dan alhamdulillah juga hari pertama baik galang dana offline maupun online itu alhamdulillah cukup besarlah untuk membantu warga yang terdampak,” ujar Aldi.
Meski mendapat respons positif, pelaksanaan galang dana di lapangan tetap memiliki tantangan. Relawan berhadapan dengan berbagai respons masyarakat ketika menyampaikan informasi mengenai aksi tersebut.
“Tantangan di lapangan, ya mungkin ada masyarakat yang cuek atau acuh, itu hal biasa ya dalam galang dana,” kata Aldi.
Dana yang terkumpul dari aksi tersebut nantinya disalurkan secara langsung kepada warga yang terdampak. Bantuan dalam bentuk uang dibedakan dari donasi berupa barang, seperti pakaian maupun kebutuhan lainnya.
“Kalau sebelum-sebelumnya itu galang dana dibantu secara tunai langsung dari hasil yang kita dapat. Kalau untuk galang dana ini berupa uang yang disalurkan langsung. Nah kalau kayak donasi berupa pakaian atau lainnya itu beda lagi,” jelasnya.
Keterlibatan sejumlah organisasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menggalang dukungan masyarakat. Kolaborasi dilakukan untuk memperluas jangkauan penggalangan dana sekaligus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya.
Bagi relawan yang terlibat, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga yang terdampak kebakaran, terutama dalam menghadapi kondisi setelah kehilangan tempat tinggal maupun harta benda.
“Semoga apa yang kami berikan, apa yang kami bantu itu bermanfaatlah dan bisa memang memberikan manfaat bagi yang terdampak. Itu harapan kami, bisa membantu walaupun sekecil apa pun, itu bisa membantu meringankan bencana yang mereka dapat,” tutur Aldi.
Aksi galang dana menjadi salah satu bentuk bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak kebakaran. Di tengah musibah, kepedulian dari berbagai pihak menjadi pengingat bahwa korban bencana tidak harus menghadapi masa sulit seorang diri.

0 Komentar