Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

[BEAUTIFUL TIME] Bagian 6

[BEAUTIFUL TIME]

Bagian 6 


Boleh dipercaya atau tidak, setelah kejadian aksi itu Keana jadi semakin intens bertemu dengan Dika. Bahkan sering menjadi trio bersama Dayu juga. Kebetulan rasa kesepiannya semakin parah karena Elea sahabatnya lebih memilih menjadi budak cintanya Johny.

Huh, Trio? Tepatnya masih menjadi kambing congek diantara dua manusia yang pikir Keana sama-sama memiliki rasa hanya saja tidak bisa diungkapkan karena suatu hal.

Keana maunya duo, cuma sama Dika tanpa Dayu. Tapi, bukankah Keana sangat kurang ajar jika begitu saja menggantikan posisi Dayu?

"Kopi lagi?" omel Dika menciduk Dayu meneguk kopi nya bersamaan dengan pesanan Keana yang juga baru datang. Dari omelan itu saja Keana bisa tahu kalau Dika sangat-sangat perhatian.

"Ih ini enak loh, cobain deh direkomendasiin sama Keana" jawab Dayu lalu membuat Dika melirik sinis pada oknum yang dimaksud. Keana menelan ludah, habis sudah riwayatmu Keana.

"Ck, besok jadwal kemo kan?" tanya Dika, Dayu mengangguk. "Gue yang tunggu"

"Dih pede amat lo, besok Keana yang mau nungguin gue. Lagian kan besok bakalan rapat, jangan gara-gara gue lo jadi batal rapat lagi ya"

"Lo dibayar berapa sama Dayu buat nungguin dia?" celetuk Dika membuat Keana mendelik

"Apaan sih Dik. Ke ga usah di denger emang orang gila tuh" Keana tersenyum masam, memaksakan ikut bergabug dalam euphoria yang diciptakan kedua manusia disebelahnya.

Sebenarnya, tokoh utama dalam kisah ini siapa sih?

*

"Besok, Keana dateng jam 10 aja ya, gak perlu dari pagi. Kemo nya juga cuma sebentar. See you!" ucap Dayu sambil melambai, dirinya bergegas masuk ke dalam rumah. Keana menggangguk sebagai balasan.

Seperti biasanya, Keana menjadi penumpang terakhir disetiap pertemuan ketiganya. Dika masih fokus menyetir sambil sesekali menyahuti lirik lagu yang terdengar dari radio.

Keana merasa terjebak dalam vibes yang sangat tidak normal. Diluar hujan, lampu jalanan terlihat lebih aesthethic karena percikan-percikan hujan itu. Kemacetan di depan harusnya bikin pusing tapi entah kenapa ia malah menyukai kepadatan itu. Alasan paling tepat, supaya bisa berlama-lama dengan Dika kan?

"Hal pertama yang dilakuin Dayu setelah kemo itu minta dibeliin permen loli" ucap Dika sesekali melirik kearah Keana yang tak menjauhi pandangannya dari jendela

"Lo bisa cari di minimart depan rumah sakit" tambahnya, Keana hanya mengangguk.

"Lo enggak apa-apa kan?" Kali ini pertanyaan Dika memaksa Keana untuk melirik kearahnya juga.

"Gue? Gue baik-baik aja"

"Lo gak kayak Keana yang gue kenal"

"Li gik kiyik keana ying gui kinil" ejek Keana dalam hatinya.

Memangnya, seberapa jauh lo kenal sama gue? Lo cuma tahu Dayu, Dik.

"Lo gak mencoba ngubah image lo supaya gue jadi suka ke elo kan?"

"Pede gila lo" omel Keana membuat Dika langsung terkikik seolah dia berhasil menggoda gadis itu.

"Lagian ya, kita belum sedeket itu. Lo belum kenal gue dan lo enggak akan pernah, ta-u--" Dika menaikkan alis menunggu lanjutan ucapan Keana

"Lo cuma tau Dayu" ungkap Keana yang langsung menatap kearah jendela lagi. Nada bicaranya seakan kecewa atas pertanyaannya sendiri.

"Memang kenapa kalau gue cuma tahu Dayu?"

Posting Komentar

0 Komentar