Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sintia Agustina, Lulusan Terbaik UNIB periode 92

Halo sobat Ilook! Kembali lagi, Ilook menyuguhkan informasi terbaru yang kali ini datang dari salah satu mahasiswa berprestasi di Universitas Bengkulu. Siapa ya? Yuk simak profil lengkapnya.


Sintia Agustina, biasa dipanggil Sintia. Lahir di Padang Jaya, 5 Agustus 1998, merupakan putri pertama dari dua bersaudara dan merupakan anak dari Bapak Saiful Rohman dan Ibu Sumiati.

Dara 22 tahun ini memulai pendidikan di TK Kartika Jaya (2003-2004), melanjutkan di SDN 03 Padang Jaya (2004-2010), SMPN 01 Padang Jaya (2010-2013) dan SMAN 01 Padang Jaya (2013-2016) serta mengenyam pendidikan di Universitas Bengkulu pada Program Studi Teknik Sipil (2016-2020).

Semasa kuliah, dia aktif di beberapa kegiatan akademik maupun non-akademik. Sintia pernah mengikuti organisasi internal kampus yaitu HMTS FT KBM UNIB pada tahun 2017-2019. Pada beberapa kegiatan, juga sering ditunjuk sebagai pengisi acara untuk menari tarian tradisional Bengkulu dengan rekan tim nya. Dengan bakat menari ini, Sintia pernah menjuarai kompetisi tari kreasi yang diadakan Universitas Bengkulu pada tahun 2018.


Selain sering mengikuti kegiatan non-akademik, Sintia juga memperoleh beberapa penghargaan di bidang akademik, diantaranya:

1. Juara 3 Desain Spaghetti Bridge (2018);

2. Penerima Dana Hibah PKM-PE Pengajuan 2018 Pelaksanaan 2019;

3. Mahasiswa Berprestasi 1 Tingkat Fakultas Teknik (2019);

4. Mahasiswa Berprestasi 3 Tingkat Universitas Bengkulu (2019);

5. Delegasi KKN Kebangsaan Ternate-Tidore (2019), Mahasiswa Berprestasi Teknik Sipil oleh HMTS FT KBM UNIB (2019);

6. Juara Harapan 2 Pertamina Geothermal Energy (PGE) Geohazard Smart Competition (2019) dan Penerima Beasiswa PPA (2017-2019).

(inframe : Sintia Agustina)

Tak hanya itu, dirinya juga diamanahkan sebagai asisten Tugas Besar dan Laporan di beberapa mata kuliah (2017-2020) serta asisten tetap di Laboratorium Geoteknik Kegempaan Teknik Sipil Universitas Bengkulu sejak tahun 2018. Selaku asisten pada Lab ini, Sintia juga beberapa kali mengikuti kegiatan pengabdian bersama dengan para dosen, diantaranya: kegiatan Penelitian Evaluasi Kebijakan Pendamping Desa di Propinsi Bengkulu (2018); Pendamping Tim Universitas Gadjah Mada dalam Investigasi Bangunan Shelter Tsunami di Seluma, Bengkulu (2018); relawan kegiatan sosialisasi mitigasi gempa bumi bagi sekolah dasar di Kota Bengkulu yang diadakan oleh KiDS Kyoto University (2018) dan Tim Pembantu Kegiatan Pengabdian Pengenalan Metode Geofisika dan Geoteknik dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Fisika untuk Mitigasi Bencana Gempabumi di SMAN 3 Kota Bengkulu (2019).

 
Selain itu, Sintia juga mendapat kesempatan untuk melakukan penelitian dan menjadi pemakalah pada beberapa kegiatan, diantaranya: kegiatan International Conference on Environment and Forest Conservation (ICEFC) Institut Pertanian Bogor (2019); kegiatan Seminar Nasional Andalas Civil Engineering (ACE) Conference UPI YPTK Padang (2019) dan kegiatan Civil Engineering and Built Environment Conference (CEBEC) Universitas Bengkulu (2020). Makalah pada kegiatan ACE dan ICEFC tersebut sudah diterbitkan pada tahun 2019 dan 2020.

Tim Ilook  sudah merangkum wawancara singkat dengan Sintia beberapa waktu lalu. Berikut kita simak yuk, tips dan trik dari Sintia supaya bisa jadi mahasiswa cerdas dan berprestasi sepertinya.

 Apa sih strategi yang Sintia pakai sehingga bisa menyabet banyak prestasi dan pengalaman berharga selama ini?

"Kalau untuk strategi tidak ada yang khusus ya. Saya yang penting selalu diniatkan dengan baik. Kalau sudah diniatkan dengan sebenar-benarnya biasanya untuk melangkah maju kita jadi bersemangat. Jangan malu untuk bertanya dengan yg berpengalaman, kemudian dipelajari apa-apa saja yg perlu dipersiapkan. Kemudian disiapkan dengan sebaik-baiknya juga. Pokoknya selalu mengusahakan yang terbaik. Apapun hasilnya nanti serahkan pada Allah. Selalu percaya bahwa hasil dari usaha yg kita lakukan adalah hal yg terbaik yg Allah berikan untuk kita. Kalaupun hasilnya kurang memuaskan, kita harus percaya bahwa usaha yg kita lakukan mungkin belum maksimal dan perlu ditingkatkan dan dijadikan pelajaran untuk kedepannya. Tidak lupa juga selalu minta doa restu orang tua. Karena doa orang tua luar biasa manjurnya" ungkapnya dengan penuh kebahagiaan

Pesan apa yang Sintia berikan untuk rekan mahasiswa yang sekarang sedang berjuang agar bisa seperti Sintia saat ini?

 "Selalu semangat dan jangan lupa untuk terus belajar hal-hal baik dimana pun, kapanpun dan dengan siapapun. Selalu share ilmu supaya kita juga bisa memperkaya ilmu. Selalu mengusahakan yg terbaik dan jangan lupa untuk minta doa restu kedua orang tua. Selalu terima apapun hasil yg Allah berikan dari apa yg kita usahakan. Yang penting harus terus belajar dan semangat, yakin bahwa kita bisa. Oh iya biar gak merasa terbebani juga, jangan bandingkan diri kita dan berusaha untuk lebih dari orang lain, tapi berusahalah lebih baik dari diri kita yang dulu" imbuhnya.

Nah, bagaimana nih sobat Ilook? Sudah termotivasi kan sama ceritanya Sintia? Ada yang mau jadi the next Sintia? Semangat terus ya!!

 

Posting Komentar

0 Komentar